Kebulatan dalam Berfikir
Cari Berita

Advertisement

Kebulatan dalam Berfikir

Rabu, 05 Juni 2019


3 C ? maksudnya gimana itu kang ?
Sembari menyeruput kopi di depannya lik Slamet lanjut menjawab pertanyaan kawannya.
“Mengenai 3C ini sebenarnya merupakan gambaran cara berpikir yang Cendhek/Cethek – Ciut- Cekak..”
“Cendhek berarti pemikirannya pendek, tidak bisa berpikir secara berangkai, tidak memikirkan kelanjutan dari suatu hal dan tindakan dari peristiwa sampai ke depan.”
“Ciut berarti sempit dalam berpikir, misalnya kejadian yang sampeyan ceritakan apa-apa langsung bidengah, syirik, kafir beranggapan agam Islam ya hanya tentang ibadah ritual semacam sholat dan puasa saja..”
Kang iman manggut-manggut menyimak pemaparan kawannya sambil sesekali nyikat pisang goreng yang dibawanya.
Kemudian yang ketiga kang yaitu cekak, pemikirannya dangkal, tidak memiliki landasan logika yang kuat pokoknya begini ya harus begini.. meski dijelaskan dengan berbagai sudut pandang pun kalau sudah kekeuh begitu ya tetap saja ngeyel, padahal tradisi tersebut kan tentu ada dalilnya bukan begitu kang?
“Owalah tentu ada lik, saya jadi teringat lik pernah membaca di timeline memang acara yang semaca keduren, Muludan, sedekah bumi dlsb juga diterangkan dan dijelaskan oleh para leluhur kita para Sunan-Sunan yang dapat kita baca pada naskah-naskah beliau kang.”
“Serta pasti para ulama’ terdahulu dalam hal apapun tentu berlandaskan Al-Qur’an dan sunnah Nabi, hanya saja tidak dijelaskan ini ayatnya ini haditsnya.. namun dibeberkan dengan bahasa yang mudah, tak sekedar tekstual saja tapi juga kontekstual..”
Nah, fenomena seperti itu sekarang sangat banyak kang, tinggal kita sekarang ini belajar nyicil untuk tidak ikut terkena hal semacam itu. Tutur lik Slamet sembari memantik rokoknya yang ketiga pada jagongan malam itu.
Magelang, 1 November 2018