Harmoni Puasa (29) Langgar
Cari Berita

Advertisement

Harmoni Puasa (29) Langgar

Minggu, 02 Juni 2019


@iswhy13
 Oleh :Ahmad Muzan MPd.I
Langgar

Langgar adalah tempat ibadah umat islam yang di daerah Sumatera disebut dengan surau, atau Tajug di daerah sunda dalm perkembangannya langgar lebih dikenal dengan sebutan Musholla.
Sebagaimana fungsi masjid dan langgar digunakan juga untuk aktivitas ibadah dan pengajaran agama islam. masyarakat Islam membedakan antara masjid dan langgar dengan perbedaan jika masjid digunakan untuk melakukan sholat jum'at sedangkan Langgar tidak berfungsi sebagai pelaksanaan sholat jum'at, namun fungsi yang lain hampir tidak ada perbedaannya dengan Masjid. 

Demikian halnya dengan Masjid sebagai tempat pendidikan agama islam. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa sebelum terbentuknya Pondok Pesantren yang kemudian berkembang menjadi besar seperti yang saat ini, bermula dari bentuk pendidikan yang dilaksanakan di Langgar. Seorang 'Ulama membangun Langgar di samping rumahnya kemudian difungsikan juga menjadi tempat pengajaran pendidikan islam biasanya dilakukan selesai melakukan sholat berjamaah. 

Masyarakat yang belajar di langgar terdiri dari anak anak, dan orang dewasa. sangat mungkin mereka yang belajar di langgar adalah anak anak dengan mempelajari al Qur'an karena letaknya yang dekat dengan rumah rumah penduduk dibandingkan dengan Masjid. Jika seorang yang mengajarkan di Musholla (langgar) itu terkenal alim maka akan berdatangan orang dari luar kampung untuk mendalamai ilmu agama. 

Dalam perkembangannya setelah banyak para pencari ilmu maka langgar dijadikan tempat untuk mengajarkan ilmu keislaman dasar seperti praktek Sholat, Wudlu dan pembacaan al qur'an. karena tuntutan tempat tinggal bagi santri yang berdatangan maka dibangunlah tempat tinggal (Asrama) yang digunakan untuk tempat tinggal santri. 

Prosesi pengajaran bila telah berakhir diadakan acara yang disebut dengan khataman. Seorang Santri yang sudah mumpuni dalam pemahaman agamanya kemudian mengajarkan agama islam di daerahnya serta mendirikan Pesantren begitulah proses dakwah islamiyah yang berlangsung secara gradual namun menuju kearah kemaslahatan umat manusia.