Harmoni Puasa (27) Masjid
Cari Berita

Advertisement

Harmoni Puasa (27) Masjid

Sabtu, 01 Juni 2019


Oleh: Ahmad Muzan MPd.I

Mesjid 20)

Mesjid (Masjid) dilihat dari sudut bahasa berarti tempat yang digunakan untuk bersujud, yang berarti berfungsi pula untuk sholat. secara umum pengertian Masjid hanya digunakan untuk melaksnakan sholat, namun sesungguhnya mempunyai fungsi yang sangat luas dalam proses pembinaan umat seperti yang terjadi pada masa Rasulullah saw.

Mesjid bukanlah tempat yang disakralkan hanya untuk kepentingan sholat semata, namun berfungsi secara lebih luas menyangkut persoalan pendidikan, politik, Musyawarah dan Budaya.
Bagi umat islam mesjid sangatlah penting keberadaannya, apalagi bagi masayarakat muslim yang baru saja terbentuk. Di Wonosobo belum dapat diketahui dan belum ada bukti sejak kapan Masjid mulai ada di daerah ini serta masjid yang pertama kali ada. informasi yang didapatkan baru sebatas klaim yang belum didukung dengan fakta dan bukti lain yang mengarah kepada keberadaan Masjid itu.

Masjid masjid tua yang sekarang ada di daerah Wonosobo sering disebutkan diantaranya adalah Masjid Sigedong Baturono yang berdiri sekitar tahun 1830 kemudian Masjid Bendosari Sapuran sekitar tahun 1830an dan Masjid Kauman (Al manshur) yang didirikan pada tahun 1830 M. serta di daerah Bumen Bangsri Wonosobo terdapat Masjid tua yang diklaim sebagai Masjid yang tertua. 

Sementara di daerah Wonosobo bagian selatan seperti Kalibawang, Wadasintang, Selomerto, Leksono dan Kaliwiro belum ada laporan yang menyebutkan bahwa di daerah tersebut terdapat Masjid Masjid yang tertua. Di daerah daerah tersebut dalam Sejarah kelahiran kabupaten Wonosobo adalah sebagai tempat yang pernah dihuni oleh para Tumenggung yang berkuasa di daerah Selomanik (KI Tumenggung Kertowaseso), Pecekelan Kalilusi (Tumenggung Wiroduto) yang kemudian memindahkan pusat pemerintahannya ke daerah Ledok (Plobangan Selomerto), kemudian diganti oleh Ki Singowedono yang bergelar Jogonegoro sebagai pemimpin pemerintahan di daerah Wonosobo.21)

Dugaan yang sekarang ada bahwa masjid yang tertua di Wonosobo adalah Masjid Kauman (Al Manshur) Wonosobo yang didirikan oleh KH.R.Manshur bin K.R.Ali Marhamah. Keterangan tersebut sangat kontradiktif dengan fakta bahwa KH.R.Manshur adalah seorang pendatang yang berasal dari Jogjakarta bersama kakeknya yaitu KR.Asmorosufi diikuti oleh Ayahnya KR.Ali Marhamah beserta keluarganya bergerilnya bersama Pangeran Diponegoro, kemudian menetap di daerah Wonosobo pada tahun 1829 M setelah berada di daerah Martoyudan Magelang. Kemudian bertempat tinggal di Sigedong dan berpindah ke Bendosari. 

Dalam suatu penuturan KH.R.Manshur karena kealimannya menjadi menantu dari Sayyid Ali bin Hasyim Ba'abud yaitu mendapatkan istri Syarifah Khotijah binti Sayid Ali Ba'abu dan kemudian menetap di Kauman. Sayyid Ali Ba'abud adalah putra dari Sayyid Hasyim Ba'abud yang telah datang ke Wonosobo pada sekitar tahun 1700 M. penuturan itu menunjukkan bahwa sebelum datangnya KH.R.Manshur telah ada Masjid dalam bentuk yang sederhana yang didirikan oleh para Mubaligh yang datang sebelumnya diantaranya keluarga Ba'abud dan Bin Yahya (diantaranya adalah Sayyid Haidar bin Yahya yang dikenal dengan Mbah Walik).

Patut dicatat pula bahwa di Kalibeber sebelum berdirinya Masjid Kalibeber, telah berdiri sebuah masjid di daerah Jambean. Masjid di Jambea ii didirikan oleh seorag tokoh sufi yang masih mempunyai silsilah darah biru. beliau adalah Simbah KH.Nur Ali Sastranegara yag lebih dikenal dengan Simbah KH.Ali Ibrahim. beliau mendirikan Masjid ini pada awal tahu 1700 M. Kyai Ali Ibrahim beserta pegikutnya datang ke daerah ini jauh sebelum terjadinya perang Diponegoro. Karenanya banyak para tentara Diponegoro yang terdiri dari para Ulama pada masa Diponegoro menjadika tempat ini rujukan dalam peggemblengan spiritual. sebut saja misalnya Mbah Kyai Muntaha awal.