Harmoni Puasa (26) Karya Klasik Para Mubaligh
Cari Berita

Advertisement

Harmoni Puasa (26) Karya Klasik Para Mubaligh

Jumat, 31 Mei 2019




Oleh: Ahmad Muzan MPd.I

Dari keterangan diatas dalam bentuk karya Islam klasik menunjukkan bahwa para mubaligh memgenal betul karya karya Islam, tetapi menuangkannya dalam bentuk bahasa Jawa yang mudah dimengerti oleh masyarakat islam.karya islam klasik tersebut mencerminkan kondisi masyarakat muslim di daerah ini yang bercorak legalistik telah mendapatkan pengajaran Islam secara menyeluruh (tidak dalam satu aspek, Tauhid saja misalnya). 

Namun juga Fiqh yang berisi aturan tentang hubungan sesama manusia dan hubungan hamba dengan Allah dalam praktek ibadah, serta al Qur'an yang berarti didalamnya terdapat Ulumul Qur'an (Tafsir dan sejenisnya). dalam tilikan terhadap naskah yang diajarkan oleh KH.R.Abdul Fatah di Sigedong sebagai pengajar pertama kitab Fathul Mu'in karya dari Syeh Zainudin Bin Abdul Aziz Al Malibari salah seorang Murid Syeh Ibnu Hajar al Haitami yang merupakan salah seorang pemuka dalam madzhab Syafi'i, maka dapat disimpulkan bahwa Islam yang berkembang di daerah Wonosobo adalah bermadzhab Syafi'i.

Tidak jauh dengan Madzhab Syafi'i naskah tulisan tentang Silisilah Thoriqoh 'Alawiyin dan Satoriyah mengindikasikan kuat bahwa penyebaran Islam dilakukan juga oleh para 'Ulama Thoriqoh. Tentang ajaran ketauhidan dalam pemaknaan kalimah syahadat dengan menyebutkan sifat sifat Allah Swt di atas menunjukan bahwa faham yang dikembangkan di daerah ini adalah faham Ahlussunnah Wal Jama'ah.

Upaya transformasi agama Islam ke dalam masyarakat yang memeluk agama Islam Wonosobo, pada perjalanannya lambat laun memunculkan lembaga lembaga pendidikan. Lembaga lembaga pendidikan yang ada pada masa dahulu merupakan proto tipe dari pendidikan Pesantren dan Madrasah yang ada sekarang. Lembaga pendidikan itu terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan alur pikir masyarakat sehingga berkembang menjadi Pesantren dan sekolah dengan beraneka corak yang berkembang sekarang.