Harmoni Puasa (25) Penyebaran Islam Dilakukan Oleh Para Ulama Thoriqoh
Cari Berita

Advertisement

Harmoni Puasa (25) Penyebaran Islam Dilakukan Oleh Para Ulama Thoriqoh

Jumat, 31 Mei 2019


Oleh: Ahmad Muzan MPd.I
Disamping pengajaran dalam bentuk naskah dan tulisan terdapat juga pengajaran yang dilakukan secara lisan dengan menterjemahkan kedalam bahasa daerah. Seperti pengajaran tentang rukun Islam yang hingga sekarang masih dihafal oleh orang tua secara turun temurun seperti :

Asyhadu an-laailaaha-illa-allah
Nekseni ingsun ing dalem ati ingsun kelawan I'tiqod ingkang kukuh,
Setuhune kelakowan iku ora ono dzat kang senembah,
kelawan sak benere , anging allah t'aala dewe
ingkang wajib Wujude ingkang mukhal ngadame
kang kagungan sifat sifat semporna ora ono wekasane …18)
(saya bersaksi dalam hati dengan sepenuh keyakinan,
sesungguhnya tidak ada sesuatu yang wajib disembah,
dengan sebenar benarnya , kecuali allah ta'ala sendiri,
yang wajib adanya dan mustahil tidak adanya,
tyang mempunyai sifay sifat sempurna dan tidak ada bandingannya ..)

Dari keterangan diatas dalam bentuk karya islam klasik menunjukkan bahwa para mubaligh memgenal betul karya karya islam, tetapi menuangkannya dalam bentuk bahasa jawa yang mudah dimengerti oleh masyarakat islam.karya islam klasik tersebut mencerminkan kondisi masyarakat muslim di daerah ini yang bercorak legalistik telah mendapatkan pengajaran Islam secara menyeluruh (tidak dalam satu aspek, Tauhid saja misalnya). 

Namun juga Fiqh yang berisi aturan tentang hubungan sesama manusia dan hubungan hamba dengan Allah dalam praktek ibadah, serta al Qur'an yang berarti didalamnya terdapat Ulumul Qur'an (Tafsir dan sejenisnya). dalam tilikan terhadap naskah yang diajarkan oleh KH.R.Abdul fatah di Sigedong sebagai pengajar pertama kitab Fathul Mu'in karya dari Syeh Zainudin Bin Abdul Aziz Al Malibari salah seorang Murid Syeh Ibnu Hajar al Haitami yang merupakan salah seorang pemuka dalam madzhab Syafi'i, maka dapat disimpulkan bahwa Islam yang berkembang di daerah Wonosobo adalah bermadzhab Syafi'i.19) 

Tidak jauh dengan Madzhab Syafi'i naskah tulisan tentang Silisilah Thoriqoh 'Alawiyin dan Satoriyah mengindikasikan kuat bahwa penyebaran Islam dilakukan juga oleh para 'Ulama Thoriqoh. Tentang ajaran ketauhidan dalam pemaknaan kalimah syahadat dengan menyebutkan sifat sifat Allah Swt di atas menunjukan bahwa faham yang dikembangkan di daerah ini adalah faham Ahlussunnah Wal Jama'ah.