Harmoni Puasa (8) Kesediaan Islam Untuk Beradaptasi
Cari Berita

Advertisement

Harmoni Puasa (8) Kesediaan Islam Untuk Beradaptasi

Senin, 13 Mei 2019

 Oleh :Ahmad Muzan MPd.I

Kesediaan Islam untuk bisa beradaptasi tanpa mengubah secara berarti cara kehidupan lama bukan berarti tanpa ketegangan dan berlaku secara umum. Walaupun tidak sekeras yang terjadi di Sumatera, namum dalam kenyataanya di Jawa mengalami pertentangan terutama antara golongan priyayi yang berada dalam keraton yang berorientasi kearah singkretis dan santri sebagai penganjur Islam, antara lain dalam masalah waris semenjak zaman Mataram pada abad ke 16.

Dalam lingkungan yang lebih luas pertentangan itu muncul antara keraton dengan para Sunan yang berada di pesisir dan beragama Islam. tidak jarang para penguasa menggunakan islam sebagai simbol perlawanan dan sandaran.

 Pada waktu gelombang ortodoksi masuk ke Jawa pada akhir abad ke 19 yaitu dengan semakin banyaknya masyarakat yang pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah Haji yang disertai dengan bermukim dan mengkaji Ilmu agama di Makah, serta membanjirnya imigran arab dari hadramaut, maka keterpisahan tersebut dipertegas kembali. Dengan semakin luasnya penyebaran pesantren ke pelosok pelosok desa, serta adanya kemajuan sarana komunikasi, pertentangan itu terbawa ke dalam kehidupan pedesaan.