Harmoni Puasa (20) Wilayah Dakwah & Munculnya Pesantren
Cari Berita

Advertisement

Harmoni Puasa (20) Wilayah Dakwah & Munculnya Pesantren

Minggu, 26 Mei 2019


Oleh : Ahmad Muzan MPd.I
Wilayah Dakwah dan Munculnya Pesantren

Para wali jika kita perhatikan l, sekalipun tidak hidup sezaman dalam pemilihan wilayah dakwahnya tidak dengan begitu saja secara sembarangan. Namun tetap menggunakan setrategi dengan mempertimbangkan
  
 Faktor geostrategis yang sesuai dengan zamannya. Dari kesembikan wali ternyata mempergunakan rasio 1:3:5 dengan penjabaran Jawa Barat dengan seorang wali dengan pertimbangan saat itu agama islam sudah hampir merata masuk ke Sumatera dan berpengaruh juga terhadap jawa bagian barat. 

Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) seorang diri di tempatkan di daerah Cirebon untuk menjadi sentra penyebaran Islam. Peletakan Cirebon bukan tanpa pertimbangan, saat itu Cirebon merupakan pelabuhan perdagangan yang dekat dengan pusat kekuasaan yaitu Demak, sehingga pemilihan Cirebon telah mempertimbangkan faktor geopolitik, geoekonomi dan geostrategis yang menentukan dakwah Islam pada periode selanjutnya. Di Jawa Tengah para wali mengambil posisi di Demak, Kudus dan Muria.