Harmoni Puasa (13) Deskripsi Tentang Masuknya Islam di Wonosobo
Cari Berita

Advertisement

Harmoni Puasa (13) Deskripsi Tentang Masuknya Islam di Wonosobo

Minggu, 19 Mei 2019


 Oleh: Ahmad Muzan MPd.I

Para sejarawan islam banyak menulis proses perluasan islam di jawa lebih banyak dikisahkan melalui gerbang Jawa Barat yaitu Cirebon. proses ini menjadi mungkin karena kondisi kekuatan politik yang saat itu di Jawa adalah Jawa tengah. Kemudian daerah pantai seperti Semarang, Demak, Jepara, Gresik dan seterusnya kota kota pelabuhan di Jawa bagian utara. Oleh karena itu mempunyai kemungkinan dugaan bahwa islamisasi ke pedalaman Wonosobo melalui pantai Utara yaitu daerah Pekalongan dan Batang.

Diskripsi Tentang Masuknya Islam Di Wonosobo
Untuk mendiskripsikan
tentang masuknya islam ke daerah Wonosobo ini setidaknya ada beberapa keterangan yang perlu dikedepankan ;

1. Sekitar abad ke 17 M ketika kekuasaan Mataram Islam mulai berkembang datanglah tiga orang pengelana yaitu Kyai Walik, Kyai Kolodite dan Kyai Karim ke daerah Wonosobo yang saat itu masih berbentuk hutan belantara. Dalam perjalanannya Kyai Kolodite berada di dataran tinggi Dieng , Kyai Karim berada di daerah Kalibeber dan Kyai Walik berada di daerah kota Wonosobo sekarang ini, mengenai ketiga Kyai ini dalam perkembangannya para Kyai kelana –untuk menyebut istilah mereka- menyebarkan agama islam sampai beranak pinak serta mengarsiteki berdirinya kota Wonosobo hingga saat ini. 

Kyai Walik yang berada di kota Wonosobo merupakan arsitek pembangunan kota. Tentang hal ini didukung fakta fakta sebagai berikut; Pertama, di Kauman Wonosobo saat ini berdiri bangunan Masjid yang megah. Masjid ini dulunya merupakan Masjid besar yang berada di Kabupaten Wonosobo, perubahan menjadi Masjid besar al Manshur baru terjadi setelah tahun 1972 . cikal bakal berdirinya masjid ini adalah para kaum Habaib yang diantaranya Kyai Walik yang bermukim di sekitar Masjid al Manshur yang sekarang ini.