Harmoni Puasa (11) Masuknya Islam di Wonosobo Bag 2
Cari Berita

Advertisement

Harmoni Puasa (11) Masuknya Islam di Wonosobo Bag 2

Kamis, 16 Mei 2019

IG: @m.faies

 Oleh: Ahmad Muzan MPd.I

Wonosobo yang berada di daerah pegunungan ini dihuni oleh penduduk 738.383 jiwa. Dari sejumlah itu tercatat 725.067 jiwa beragama Islam. Selain itu terdapat pula 6.177 jiwa beragama Katolik, dan 5.597 jiwa beragama Protestan. sedangkan agama Hindu 57 jiwa, Budha 1.453 jiwa dan Kong Huchu 32 Jiwa. Jumlah tersebut belum termasuk aliran kepercayaan.

Berdasarkan sumber keterangan tentang keagamaan di Kabupaten Wonosobo terdapat 124 Pondok Pesantren, 2.070 Musholla, 1.188 Masjid . Jumlah tersebut belum termasuk guru guru agama Islam serta tenaga penyuluh ditambah pula dengan banyaknya Ustdaz dan Kyai yang mengajar di lembaga pendidikan islam yang kesemuanya belum didaftar.6) (Data ini tentu sekarang sudah tidak relevan)

Angka angka tersebut secara keseluruhan meliputi lembaga Pendidikan Islam lainnya seperti Madrasah, Sekolah, perguruan tinggi dan Universitas juga di dalamnya Madrasah Diniyah, Pendidikan al Qur'an untuk Anak Anak menunjukkan betapa besarnya pengaruh Islam di Wonosobo.
Pengaruh ini tentu bukan merupakan hasil perjuangan Mubaligh yang sedikit jumlahnya dan dalam waktu yang pendek. 

Ternyata apa yang bisa dirasakan sekarang merupakan kelanjutan yang berikutnya. Kemudian kapan awal dari penyebaran islam di daerah Wonosobo ini berlangsung?.
Jawaban atas pertanyaan ini belumlah di dapatkan dan belumlah ada kajian secara khusus tentang hal ini. kebanyakan masyarakat mendapatkan informasi tentang masuknya islam dan penyebarannya yang terjadi di pantai utara pulau jawa. Sedangkan tentang penyebaran Islam ke daerah pedalaman masih sangat sedikit informasi yang mengemukakan hal tersebut. 

Dalam sejarah banyak dituturkan bahwa proses itu (masuknya Islam) telah berlangsung semenjak abad ke 7 M, 16M dengan tokoh utamanya para Walisongo yang dakwahnya hingga saat ini. Penyebaran Islam yang dipelopori oleh para Walisongo kebanyakan di pantai utara pulau Jawa dan sangat sedikit tentang informasi masuknya Islam ke pedalaman pulau Jawa serta penyebarannya.

Proses Islamisasi di bagian utara pulau Jawa dilaksanakan dengan jalur perniagaan dalam bentuk perdagangan rempah rempah dan tanaman yang lainya. Hasil hasil itu didapatkan dari pedalaman pulau Jawa yang ditanam oleh penduduk asli pulau Jawa. Sehingga telah terjadi interaksi antara masyarakat pedalaman dengan dunia luar (pantai). Dari indikasi tersebut memungkinkan sekali dugaan bahwa para Mubaligh telah mulai masuk ke daerah pedalaman pulau Jawa lebih sepesifik lagi Wonosobo.