Belajar Mengolah Informasi
Cari Berita

Advertisement

Belajar Mengolah Informasi

Rabu, 15 Mei 2019

 

 @jeffryhanafiah

“Menanggapi perihal informasi yang tak jelas kebenarannya ada baiknya sedikit menapak kembali belajar dari babak Kinayakan dari tari Lengger.” Lik Slamet mengawali obrolan.
“Lha kinayakan yang seperti apa yang sampeyan maksud? Mbok yang jelas kalau ngomong tak usah berbelit-belit.” Ungkap kang Iman.

“Maksud dari kinayakan begini, memberi pelajaran bahwa dalam mengolah segala sumber informasi ya perlu di ayak terlebih dahulu, mana yang benar dan yang salah. Begitu kang.”

“Ya minimal nyicil lirian belajar pula dari wudhu, lik Slamet melanjutkan, belajar dari air mutlak, musyammas, mustakmal, mutanajjis. Semua informasi perlu diperlakukan sebagai air mutanajjis, bukan untuk dibuang tetapi di kumpulkan sebanyak mungkin lanjut diolah dengan luar biasa sebegitu banyaknya yang nantinya dapat diambil intisarinya. Agar jangan bereaksi pada satu sumber. Tetapi dari semua informasi yang dikumpulkan dapat diambil garis benang merahnya.”

“Wah begitu ya lik, lebih baik lagi jika sekarang tak menjadi konsumen informasi saja ya, perlu sinau juga menjadi produsen, menjadi penulis sebagaimana ungkapan seperti “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, Ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” Ruwiya Mbah Pram.

“Benar juga kang memang seperti itu, maka monggo menulis menulislah! Kang, namun perlu diingat jangan sampai lupa caranya untuk membaca(meng-iqro’)”
<Sebagian text hilang>

Wonosobo, 14 Mei 2019