Iklan

Senin, 04 September 2017, 10.51.00 WIB
Last Updated 2017-09-04T17:52:24Z
budayaunik

Musik Sang Gembala Itik


sumber foto: fb Windii windii

”Sontoloyo angon bebek loro
Sing kuning kuning ra patia
Sing ireng duwekke sapa
Nandur jahe ning galengan
Nyambut gawe bebarengan ala elo elo oee..
Ala sontoloyo...”*
Terdengar sayup-sayup dari kejauhan rengeng rengeng seorang pengangon bebek di pematang sawah yang sedang menjaga bebeknya sambil memainkan seperti alat musik yang unik. Ternyata ketika  didekati yang ia mainkan adalah bundengan.
Ya, bundengan. Bundengan  merupakan sebuah alat seni musik tradisional jawa. bundengan kerap juga disebut koangan. Alat ini berkembang di daerah Kedu khususnya Wonosobo. Sebuah alat musik yang terbuat dari kerangka bambu yang dilapisi dengan slompreng(ejaan e seperti pada kata keras) atau pelepah bambu dan diikat dengan ijuk, dipasangi tali ijuk maupun senar pada koangan sehingga bisa menimbulkan bunyi saat dimainkan.
Sebenarnya bundengan memang bukan alat musik, awalnya  hanya alat untuk berteduh pengangon bebek, yang berfungsi menjadi tempat berteduh para petani maupun penggembala itik dari sengatan panas matahari dan hujan. Mirip seperti caping yang bentuknya memanjang.
Disebut bundengan sebab instrumennya jika di bunyikkan akan berdengung. Alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara di petik dengan dua tangan ini mewakili seperangkat gamelan, seperti kendang, gong, kempul, bende dan lainnya. Bundengan juga kerap untuk mengiringi tembang tembang dolanan maupun pagelaran tari lengger Wonosobo.
Mungkin pembahasan mengenai bundengan kita cukupkan dulu. Nanti wonosobo click akan membahsa dilain waktu yang lebih asyik dan nylekamin !  
*lirik tembang lakon lengger Sontoloyo