Selasa, 14 November 2017

3 Hal Yang Bikin Rindu Dusun Dero



Dero atau Ndero (baca: seperti kalimat oleh) merupakan dusun yang berada di wilayah Kecamatan Mojotengah, dan pastinya masuk Kabupaten Wonosobo. ada dua dusun dengan nama “Dero”, yaitu dusun Dero Ngisor dan Dero Nduwur. Dengan kata lain dusun ini saling bertetangga atau bisa juga disebut; unda-undi. Jalan menuju ke dusun dari kota cukup mudah dijangkau bisa naik angkutan umum mobil warna merah atau hijau mengambil jurusan Dero, atau dapat dengan naik sepeda motor dari alun alun Wonosobo lurus kemudian ambil ke ke kiri masuk gapura bertuliskan “Universitas Sains AlQur’an(UNSiQ)” ambil arah ke Kalibeber  Mojotengah. Dengan kisaran waktu sekitar setengah jam sampai di Kalibeber.
Kali ini pada rubrik “Nyaba Desa” pekan ini Wonosobo click akan sedikit mengulas mengenai dusun Dero Mojotengah. Oke, langsung saja kita beberkan satu persatu.

Jalan menuju ke dusun Dero ini memang bikin rindu.  Jalan yang berkelok kelok, bisa dibilang seperti jalan mainan tamiya atau sirkuit moto gp, dengan didominasi aspal mulus menjadikan kekhususan tersendiri . Meskipun sama halnya dengan jalan berkelok kelok lain namun dijamin agak sedikit suasananya, pepohonan yang  hijau menghiasi sepanjang jalan menuju dusun Dero membuat mata sedikit terobati apalagi ditambah dengan kicauan burung burung menambah suasana dusun Dero kelihatan damai dan masih asri.
            Mayoritas penduduk dusun Dero Duwur bermata pencaharian sebagai Petani. Dibuktikan dengan lahan pertanian yang mendominasi celah perbukitan di daerah tersebut dengan ditanami berbagai macam sayuran maupun palawija. Berbagai home industri pembuatan tepung terigu atau kebanyakan masyarakat menyebutnya Pati(baca: pathi) pun berjejeran juga dapat anda temukan ketika menjajakan kaki di dusun yang masih menjaga nilai kearifan lokal.
Gunung Pakuwaja yang terlihat gagah ditemani gunung Bisma dan Pegunugan Dieng berjejer damai dapat terlihat di dusun ini, ketika cuaca sedang bersahabat. Hati yang gelisah, galau merana dapat terobati sejenak, serta membuat anda semakin betah ingin berlama-lama dolan berkunjung di dusun Dero. 

Tidak hanya itu saja, kalian akan disambut dengan gapura sederhana di awal memasuki dusun bertuliskan “Selamat datang di Dusun Dero Duwur” yang sebelumnya juga pasti akan menemukan gapura bertuliskan dengan nada yang sama, tetapi dengan nama dusun yang agak berbeda. Yang satu dusun Dero Duwur, yang satunya adalah dusun Dero Ngisor. Sambutan hangat dari warga sekitar pun membaur menjadi kehangatan tersendiri, dibuktikan dengan ketika warga sedang duduk duduk santai berjemur menikmati hangatnya sinar matahari muncul atau Karing, Benteran(baca: menghangatkan tubuh dengan berjemur di sinar matahari ketika pagi) maupun Genen(baca:seperti kata gelisah).yaitu menghangatkan badan dengan membakar kayu bakar di malam hari dengan bersenda gurau maupun saling bercerita seputar apapun. Intinya saling menyapa satu sama lain antar warga. Jadi bisa jadi sikap empati dan simpati maupun kerukunan masih terjalin, agak unik ketika hal tersebut dibalut dengan dialek atau aksen khas Dero yang meliuk liuk. Sungguh nylekamin dalam sebuah kemesraan!
Mungkin cerita Nyaba Desa pekan ini kita cukupkan, bisa kita sambung lagi di pekan depan dengan cerita-cerita yang lebih menarik dan asyik. Berikut yang telah diulas belum seberapa masih banyak yang belum dibahas. Pokoknya penasaran dengan dusun Dero? Datang langsung ke dusun Dero. Dijamin puas dan bakalan rindu. Salam Nyaba Desa!


Load disqus comments

0 facebook

Entri yang Diunggulkan

Di Balik Keindahan Telaga Menjer

Menjer begitulah orang sekitar menyebut namanya letaknya di kaki pegunungan Dieng, kec.Garung, masih wilayah wonosobo. Karena jaraknya y...